Doni Dartafian Amirudin
katanya wawasan nusantara
katanya bhuneka tunggal ika
tapi mengapa hanya cerita
cerita guru pada muridnya
kita semua tau
Indonesia Negeri demokrasi
tapi entah mengapa
kami demonstrasi polisi beraksi
*dengar tuan bisikan kami
bisikan tentang harapan negeri
dengar kawan tangisan bayi
ibunya mati ulah Amrozi..
gedung-gedung berlomba gapai langit
sawah dan ladang kian menyempit
gubuk-gubuk liar tak sanggup menjerit
seakan tinggal diam menunggu nasib
sungai pun kini tak lagi berarti
karena tercemar lumbpur industri
gunung merapi pun terus beraksi
apakah ini berakhirnya bumi!!!!
" bencana alam telah banyak melanda negeri ini
mulai dari tanah longsor, gempa hingga gelombang tsunami
mungkin sudah saatnya kita semua instrofeksi diri
mencari kesalahan orang lain tentu bukan sebuah jalan keluar
tetapi mulailah dari diri sendiri untuk membenahinya
tanah nangro masih luluh lantah
akibat diterjang dahsyatnya gempa dan gelombang tsunami
baru kemarin tanah longsor merusak desa kami
tapi tikus-tikus hutan masih saja beraksi
kecelakaan transportasi masih saja terjadi
apakah ini sebenarnya kondisi negeri
TUHAN...ampunilah dosa-dosa anak negeri
TUHAN...ampunilah dasa-dosa anak kami
TUHAN...ampunilah dosa-dosa kami.........
2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar